Sunday, September 16, 2018

Lebih Baik Sakit Gigi, Daripada Sakit Hati?

https://bit.ly/2D2iFYQ

…….
daripada sakit hati
lebih baik sakit gigi ini
biar tak mengapa
“rela” “rela” “rela” aku “relakan”

Sahabat pernah dengar lirik lagu di atas? Ya, itu adalah penggalan lirik dari lagu Sakit Gigi dari Meggi Z. Penyanyi dangdut legendaris ini sukses membawakan lagu yang masih banyak dibawakan penyanyi dangdut zaman now.  Benarkah sakit gigi lebih baik dari sakit hati karena dikhianati kekasih? Untuk saya, berlaku sebaliknya. Sakit gigi rasanya menyiksa sekali. Lebih baik bermasalah dengan pacar daripada dengan gigi.

Sahabat, kesehatan gigi adalah salah satu yang sering diabaikan. Bagian kecil dari tubuh kita ini sering diabaikan dibanding organ tubuh lainnya. Tapi tahukah Sahabat, ada banyak cerita unik tentang gigi dan kesehatannya yang Sahabat perlu tahu.

Sejarah sikat dan pasta gigi

Pasta gigi pertama terbuat dari ranting pohon. Sejak 3500 tahun sebelum masehi masyarakat Babylonia sudah mulai membersihkan gigi dengan mengunyah ranting. Literatur Tiongkok juga mengisahkan dari tahun 1600 SM sudah ada ranting kayu dari pohon aromatik yang dikunyah.

Sementara dalam sejarah Islam dikenal ranting kayu siwak atau miswak. Kayu ini berasal dari tanaman Salvadora persica. Tanaman ini bentuknya seperti pohon kecil dengan batang yang bengkok dan tidak terlalu besar ukuran pohonnya.Baunya wangi dan menurut WHO , Badan Kesehatan Dunia PBB disebut sebagai bahan alami untuk kesehatan mulut dan gigi.

Untuk pasta gigi, bangsa Yunani Kuno menggunakan campuran batu apung, bubuk batu karang, talk, dan batuan alabaster. Sementara Bangsa Romawi menggunakan campuran dari cangkang kerang dan tulang yang diremukkan. Penggunaan bahan-bahan kimia dipakai sejak pasta gigi diperkenalkan secara modern di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri istilah “odol” muncul setelah orang-orang dari Hindia Belanda memperkenalkan pasta gigi pertama buatan Jerman bermerk Odol. Pasta gigi ini dibuat oleh Dresden chemical laboratory Lingner, yang sekarang dikenal sebagai Lingner Werke AG.

Soda dan Apel Musuh Gigi?

Sahabat, apakah soda salah satu minuman favorit Sahabat? Baiknya hindari soda karena orang yang minum 3 gelas soda atau lebih tiap harinya kemungkinan besar mengalami pembusukan. Hindari juga terlalu banyak konsumsi apel. Berdasarkan penelitian King’s College London-The Dental Institute, makan empat buah apel sehari bisa merusak gigi. Dibadingkan soda, unsur karbonasi apel ternyata sangat tinggi melebihi soda. Tentu saja jika konsumsi apel Sahabat sangat banyak ini tidak baik untuk kesehatan gigi.

Kunyah Dengan Benar

Tahukah Sahabat ternyata kebiasaan kunyah dipengaruhi oleh kidal atau tidaknya kita? Jika Sahabat kidal, maka cenderung akan mengunyah dengan gigi sebeah kiri, demikian juga sebaliknya. Saat kita mengunyah, mulut memproduksi banyak saliva alias ludah yang sebenarnya diperlukan untuk membersihkan gigi. Jika mengunyah hanya di satu sisi saja maka sisi lainnya kekurangan saliva dan akibatnya terbentuk plak. Plak yang mengeras menghasilkan karang gigi. Karenanya mengunyah harus di kedua sisi gigi.

Waktu terbaik untuk menyikat gigi adalah setelah sarapan dan sebelum tidur. Ini yang sering salah ya? Coba Sahabat ingat, apakahh Sahabat menyikat gigi setelah bangun pagi dan setelahnya kemudian meikmati sarapan pagi? Ternyata menyikat gigi terllau awal berpotensi membiarkan asam menyerang email (lapisan) gigi. Terlalu banyak menggosok gigi hingga 3 atau 4 kali malah bisa memicu erosi pada email gihi. Gigi akan mudah berlubang dan terkena infeksi gusi

Jumlah Gigi Berapa ya?

Pernahkah Sahabat menghitung jumlah gigi Sahabat? Perlukah diketahui? Perlu dong, karena terlalu banyak juga tak baik untuk kesehatan. Pada orang dewasa jumlah gigi adalah 32 yang terdiwri dari 16 gigi pada rahang atas dan 16 pada rahang bawah. Jumlah gigi yang melebihi jumlah normal  disebut supernumerary teeth. Gigi tambahan ini bisa muncul di mana saja di rongga mulut, dan terkadang terbenam saja dalam tulang dan tidak tumbuh.

Jumlah gigi yang terlalu banyak bisa menimbulkan beberapa penyakit seperti susunan gigi yang tidak rapi, mengganggu pertumbuhan gigi tetap, radang gusi, karang gigi parah di daerah yang sulit dijangkau, bahkan sulit perawatan lewat pemasangan behel.

Jika pada manusia dewasa jumlah gigi mencapai 32, maka anjing ternyata punya gigi lebih banyak dari manusia. Anjing punya 42 gigi. Uniknya babi punya lebih banyak gigi yaitu 44 gigi dan belut yang mulutnya kecil mempunyai lebih dari 25.000 gigi. Ngeri yaa….

Sakit Gigi Sakit Semua

Gigi berlubang bisa bikin hidup runyam. Setuju kan Sahabat? Ya gigi yang berlubang paling banyak disebabkan oleh plak yang terkumpul akibat kuman dan bakteri. Jika lubang gigi kecil biasanya rasanya tidak sakit, tetapi jika lubang pada gigi semakin membesar, maka bisa mempengaruhi saraf, sehingga dapat menimbulkan rasa sakit pada gigi dan gusi, sakit kepala, demam, pembengkakan Kelenjar getah bening, dll.

Sahabat, ternyata sakit gigi berlubang mulai terbentuk di gigi dalam waktu 20 menit setelah makan loh, Jadi jika tidak dibersihkan segera maka kerusakan yang membuat gigi berlubang pun akan segera tercipta. Waduh, gawat nih. Karenanya sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Jangan lupa juga Sahabat wajib melakukan pemeriksaan ke dokter gigi secara rutin. Kabar baiknya, pembersihan karang gigi juga termasuk yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan loh. Karena plak yang mengumpul menjadi sumber penyakit gigi yang lebih parah. Jadi, tunggu apalagi ayo segera ke dokter gigi dan bersihkan plak membandel serta control kondisi gigi Sahabat sekarang juga.


#komunitasonedayonepost
#ODOP_6 


Referensi

https://sains.kompas.com/read/2018/04/05/203300323/penemuan-yang-mengubah-dunia--sikat-gigi-bermula-dari-ranting-kunyah. 

http://www.femina.co.id/health-diet/4-musuh-utama-gigi

https://www.klikdokter.com/rubrik/read/2700655/ketika-gigi-berjumlah-lebih-dari-normal

Wednesday, September 12, 2018

Pengalaman Belajar Literasi Asyik, Rugi Tak Dicoba

sumber: https://bit.ly/2h7sO8E


Sahabat, apakah Sahabat sangat tertarik berliterasi tetapi selalu terbentur waktu dan semangat untuk paling tidak mulai membaca dan menulis? Ini bukan hanya masalah yang dihadapi Sahabat seorang, banyak sekali kegiatan literasi yang akan menyemangati  dan mendorong  Sahabat untuk semakin menikmati dunia literasi.

Hal paling menarik dari pengalaman literasi asyik ini adalah ada yang gratis, berbayar, dan ada juga yang malah menghasilkan uang. Oh ya, semua kegiatan ini bisa Sahabat ikuti hanya dengan menggulirkan layar gawai. Belajar daring dan berkenalan dengan banyak teman hebat lainnya. Yuk disimak, 4 tempat belajar dan praktik literasi super asyik ini.

One Day One Post
Ini adalah komunitas yang mengajak anggotanya untuk belajar menulis. Sesuai nama, tantangan yang harus ditaklukkan oleh anggota komunitas adalah membuat satu tulisan sehari dan diposting di blog masing-masing anggota. Bergabung di komunitas ini akan memaksa Sahabat untuk menggali kemampuan menulis dan menyebarkannya ke publik untuk mendapat masukan penting bagi pengembangan kemampuan menulis Sahabat.

Selain tantangan menulis secara rutin diadakan kelas menulis lewat grup WA yang dimoderasi oleh admin dari komunitas ini. Semua kelasnya gratis loh, asyik kan? Sahabat tinggal mengikuti dan memantau pembukaan pendaftaran anggota dari media sosial komunitas ini di Instagram @komunitas.odop. Tunggu apalagi Sahabat, silakan eksplorasi kemampuan menulis Sahabat dengan mengikuti komunitas ini.

One Week One Book
Ini adalah komunitas, lagi-lagi gratis, yang mengajak Sahabat untuk membaca satu buku dalam satu minggu. Sahabat akan diminta untuk membaca buku apapun , satu buku dihabiskan dalam waktu satu minggu. Bisakah? Bisa! Semuanya tergantung dari seberapa besar niat Sahabat untuk memacu diri dalam berliterasi.

Setelah membaca satu buku maka Sahabat wajib menulis review nya di instagram Sahabat, kemudian tag @gerakan_1week1book. Admin akan menghitung presensi Sahabat dan tentu saja jika Sahabat terlalu malas untuk membaca dalam satu minggu, maka Sahabat akan dikeluarkan dari komunitas ini.
Selain kegiatan membaca, ada juga kelas-kelas kecil yang dibagi per genre buku. Ada tantangan membaca, mengulas buku, dan mempresentasikan hasil kegiatan membaca buku selama seminggu. 

Selain itu yang biasanya paling ditunggu adalah tamu-tamu, yaitu para penulis buku, yang diundang untuk membicarakan tentang karyanya. Wah, kapan lagi bisa berdiskusi langsung dengan para penulis? Sahabat bisa bertanya tentang banyak hal langsung pada penulis buku yang karyanya dibahas hari itu.

Nulisyuk
Ini adalah kelas berbayar yang hasil akhirnya adalah menulis buku antologi. Ada banyak tema yang ditawarkan dalam setiap kelas yang dibuka. Sahabat bisa mengecek langsung ke akun instagram @nulisyuk. Pendiri dan pengasuh kelas ini adalah Jee Luvina. Beliau adalah penulis dengan sertifikasi dari BNSP yang sudah menulis 15 buku.

Kelas biasanya berjalan selama satu bulan dengan kelas yang dimentori langsung oleh Jee Luvina dijadwalkan dan hanya bisa diikuti oleh anggota kelas berbayar ini. Walaupun berbayar tetapi Sahabat bisa belajar banyak hal dari kelas ini. Salah satunya adalah belajar untuk percaya dengan kemampuan menulis karya sendiri. Bagian paling menyenangkan tentu saja adalah ketika di akhir kelas hasil tulisan Sahabat diterbitkan dalam buku antologi. Seru kan?

IDN Times Community
Nah jika Sahabat sudah mengikuti banyak kelas menulis, sudah waktunya untuk mendapatkan penghasilan dari kegiatan menulis. Sahabat bisa mulai menuliskan artikel-artikel menarik tentang banyak hal mulai dari keluarga, makanan, pelesir, motivasi, dan lain sebagainya. Artikel akan masuk ke meja redaksi dan ditayangkan jika sudah lolos tanpa koreksi. Jika ada koreksi maka tim editor akan mengembalikan draft Sahabat dan kemudian bisa Sahabat koreksi untuk kemudian ditayangkan lagi.
Ada banyak poin yang bisa Sahabat dapatkan dari tiap artikel yang ditayangkan dan tentunya poin ini bisa dikonversikan ke rupiah. Asyik kan? Oh ya, di komunitas ini Sahabat juga berkesempatan untuk mengikuti banyak workshop menulis baik yang gratis maupun berbayar dengan pembicara mereka yang sudah mumpuni di bidangnya. Tunggu apalagi segera daftar ke IDN Times Community.

Sahabat, aktivitas menulis dan membaca bisa jadi menyenangkan jika kita ikut serta bersama mereka yang punya passion yang sama. Semakin kita banyak mengenal teman-teman baru atau berkomunitas dengan tujuan yang sama, maka Sahabat akan lebih mencintai kegiatan menulis dan membaca. Selamat menantang diri sendiri dan selamat mencoba J

#komunitasonedayonepost
#ODOP_6 

Mematut Maut

sumber gambar: https://bit.ly/2Qonsq8



“Bang, rokok satu dong.” 

“Nggak ngecer Bur. Kerjaan enak masih aja beli rokok ngeteng. Beli sebungkus lah.” Tohari menggoda si pelanggan warung yang sudah lama dikenalnya. Burhan sudah seperti saudaranya sendiri. Dulu ia sering iri karena Burhan selalu juara di sekolah, walau jadi adik kelasnya. Pekerjaannya pun mapan, berulang kali ikut proyek pembangunan jalan tol. Kadang pulang tiga bulan sekali. Kadang lama di kampung, tapi ia selalu berkantong tebal. Semua orang di kampung tahu Burhan beruang, bulan lalu baru membeli motor baru. Tunai, tidak seperti para tetangga yang menyicil motor dan berhutang sana-sini.


Tohari lantas memberikan sebatang rokok pada Burhan. “Nih, sebiji aja? Ga kurang? Tiga lah ya?”

“Jangan lah Bang. Aku kurangi rokok. Calon istriku tak suka aku banyak merokok.” Burhan berkelit sambil mengambil hanya sebatang dari beberapa yang disodorkan Tohari.

“Loh, sebatang juga kalo dibakar bakal nagih Bur. Kurang lah.” Tohari tertawa mengejek sambil memasukkan sisa rokok ke dalam wadah kaleng kecil dan memasukkan ke etalase kaca warungnya. 

“Sejak kapan kamu jadi manut sama perempuan Bur?” Penasaran Tohari bertanya sambil duduk berdekatan dengan Burhan.

“Ah kamu ini Bang. Calon istriku ingin aku sehat, katanya biar aku hidup lebih lama, bisa menjaganya selalu. Jadi aku disuruh berhenti merokok. Ya susah, tapi mulai aku kurangi. Ngeri aku Bang, dua temanku kemarin sekarat kena kanker tenggorokan dan satu lagi mandul. Lah sekarat juga itu namanya Bang. Ngeri aku, yang terakhir itu paling ngeri lah dibanding kanker.” Burhan tertawa kecut.

“Kalo mati ya mati aja Bur.” Tohari mengejeknya.

“Ya beda lah Bang. Sama kaya makan, ga usah makan juga ga masalah kalo tujuannya mati. Kita kan berusaha hidup. Rokok itu kaya ulat Bang. Lamban tapi habis sepohon, pelan tapi menggerogoti paru-paru Bang. Parahnya ya itu…bikin mandul. Apes banget lah Bang kalo itu, mana ada gagahnya laki-laki mandul Bang.” kali ini Burhan tertawa keras, mungkin membicarakan kemandulan terlalu menggelikan buatnya.

“Terserah kau lah Bur.” Tohari berdiri meninggalkan Burhan yang hanya mencium sebatang rokoknya tanpa disulut. Ia lalu melayani pembeli lain yang datang memesan kopi hitam. Sambil menjerang air Tohari membuka laci meja warungnya dan meraba sekilas amplop coklat lebar yang merebah lesu di sana bersama lembaran uang dan beberapa logam uang receh. Diingatnya hasil foto rontgen dua bulan lalu. Kata dokter, PPOK*. Namanya terlalu seram untuk dihafal.

Tohari berhenti berobat dan memilih untuk menikmati hidup versinya. Merokok dan berjualan seperti biasa. Toh nasib sudah diatur Tuhan, begitu pikir Tohari. Jika maut datang dia tinggal menyambut. Tak perlu seperti Burhan yang mematut maut agar tak datang cepat, supaya hidupnya lebih berkualitas, untuk bisa hidup lebih bahagia. Buat Tohari hidup ini tak perlu muluk-muluk. PPOK cukup dibabat dengan minum jamu buatan istrinya. Ini kesimpulan dari konspirasi jahat akal buntu dan kelemahan imannya. Toh itu yang keyakinan Tohari.

Diliriknya Burhan yang tersenyum-senyum sambil menatap layar gawai. Ia bercakap-cakap manja dengan pacarnya. Suara keduanya bercampur dengan bau kopi dan gorengan pisang, ketela, dan ubi yang menguar dari meja warung. Rokok tetap ada di antara jari tengah dan telunjuk kiri Burhan, diam di situ tak disulut. Sudah diajarkan si pemilik untuk ikut mematut maut.


*PPOK = Penyakit Paru Obstruktif Kronik

#tantanganODOP1
#onedayonepost
#odopbatch 6

Tuesday, September 11, 2018

Bukan Cuma Baca dan Tulis, Ini 5 Jenis Literasi Yang Sahabat Perlu Tahu

sumber gambar: https://bit.ly/2b5fHnH
Topik literasi lagi? Jangan bosan untuk menggali pengetahuan lebih banyak tentang literasi Sahabat. Mengapa? Karena literasi sangat penting dan dibutuhkan dalam hidup manusia. Seperti artikel sebelumnya yang bisa Sahabat baca di sini, literasi bukan hanya persoalan membaca dan menulis. Literasi adalah kemampuan individu untuk bisa memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan kemampuan membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memahami aneka simbol-simbol dan arti sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Sahabat, istilah literasi sebenarnya berasal dari bahasa Latin yaitu Literatus yang artinya adalah orang yang belajar. UNESCO mendefinisikan literasi sebagai seperangkat keterampilan yang nyata, khususnya keterampilan kognitif dalam membaca dan menulis, terlepas dari bagaimana, darimana, dan dimana keterampilan yang dimaksud diperoleh. Lebih lanjut, pemahaman seseorang akan literasi juga dipengaruhi oleh kompetensi bidang akademik, konteks nasional, institusi, nila-nilai budaya serta pengalaman.

Di era modern ini konsep literasi berkembang mencakup definisi yang lebih luas. Literasi mencakup juga kemampuan untuk menggunakan bahasa, angka, gambar, komputer dan alat-alat lain yang dipakai untuk memahami dan mengkomunikasian pesan, mendapat pengetahuan baru, memecahkan masalah di bidang matematika dan penggunaan sistem-sistem simbol dari sebuah budaya. Literasi juga meliputi kemampuan untuk mengakses pengetahuan lewat teknologi dan kemampuan untuk memahami konteks pemasalahan yang kompleks.

Kunci dari literasi adalah kemampuan membaca. Dengan membaca maka individu akan mampu untuk memahami bahasa tertulis, memahami simbol dan makna tertulis serta di tahap selanjutnya bisa memahami keseluruhan isi teks tertulis dan mengkomunikasikannya dengan baik. Ternyata kebasaan membaca akan sangat membantu kehidupan, ya?

Sahabat, tahukah Anda bahwa di dalam kegiatan membaca ada ilmu-ilmu dasar kebahasaan yang tanpa sadar Sahabat pelajari juga. Ada pemahaman tentang bunyi ucapan (fonologi), pola ejaan (ortografi), arti kata (semantik), tata bahasa (syntax) dan susunan kata (morfologi) yang saling berkaitan dan untuk memahaminya diperlukan pemahaman yang baik serta kelancaran membaca (fluency) juga. Ketika bisa menguasainya maka Sahabat akan mudah untuk memberikan analisis terhadap aneka isu dan informasi dengan lebih baik.

Masih ingatkah Sahabat dengan aneka perdebatan tak santun di media sosial akhir-akhir ini? Ini bukan hanya masalah tentang adat istiadat dan sopan santun, tetapi bagaimana cara mengonsumsi informasi, mengartikan dan mengomentarinya dengan bijak dan masuk akal. Kemampuan menggunakan media ini juga termasuk dalam kecakapan literasi loh. Yuk disimak aneka jenis kecakapan literasi yang perlu Sahabat tahu.

Literasi Media: yaitu kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi dan menghasilkan komunikasi bermakna dalam berbagai situasi. Orang yang punya kemampuan literasi media akan bisa berpikir kritis terhadap apa yang mereka lihat, dengar dan baca dari buku, koran, majalah, televisi, radio, film, musik, iklan, video games, internet dan jenis teknologi baru lainnya.

Literasi Komputer: yaitu kemampuan untuk menggunakan komputer dan software yang berkaitan untuk keperluan-keperluan yang membutuhkannya. Jadi Sahabat bisa menyimpulkan sendiri ya menggunakan software untuk melanggar privacy orang termasuk kegiatan literasi positif atau tidak hehe.

Literasi Digital : Yaitu kemampuan literasi yang bukan hanya terpaku pada kemampuan teknis untuk mengoperasikan peralatan digital dengan baik tetapi juga mencakup aneka kemampuan kognitif yang diperlukan dalam menyelesaikan aneka permasalahan dalam lingkungan digital. Contohnya, kegiatan berselancar di dunia maya untuk mendapatkan informasi, bekerja dengan pusat data, chatting di chat room dan lain sebagainya.

Literasi Informasi: Yaitu literasi yang berkaitan dengan kemampuan untuk memperoleh informasi, mengidentifikasi, mengevaluasi dan secara efektif menggunakan informasi untuk mengatasi masalah yang ditemukan.

Literasi Teknologi : Yaitu kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bertanggung jawab dalam berkomunikasi, memecahkan masalah, mengakses, mengatur, mengevaluasi, dan menciptakan informasi untuk meningkatkan upaya belajar dalam aneka bidang ilmu sebagai cara memperoleh pengetahuan di abad ke 21 ini.

Sahabat, penjelasan tentang aneka jenis literasi di atas hendaknya bisa dijadikan masukan untuk lebih menikmati dan mempelajari dunia literasi. Mari mulai dengan cara yang paling sederhana yaitu banyak membaca. Membaca membuat kita melek literasi. Anyway, sudah berapa buku kah yang dibaca bulan lalu?

Referensi:
https://teach.its.uiowa.edu/sites/teach.its.uiowa.edu/files/docs/docs/Types_of_Literacy_ed.pdf
https://en.wikipedia.org/wiki/Literacy



#komunitasonedayonepost
#ODOP_6 

Monday, September 10, 2018

Bersahabat dengan Literasi

sumber gambar: https://bit.ly/2NGN0wX

Istilah literasi tentunya tak jamak lagi didengar. Tapi apakah Sahabat mengetahui apakah literasi itu sebenarnya? Apakah literasi hanya berkaitan dengan kegiatan menulis dan membaca saja?  Ternyata kegiatan literasi tidak hanya mencakup dua hal itu saja loh, menurut organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya PBB (UNESCO) literasi bermakna aplikasi dan hubungan sosial yang terwujud dan berkaitan dengan pengetahuan, budaya, dan bahasa.

Di tahun 2003 UNESCO juga mendeklarasikan gerakan melek literasi dikarenakan pentingnya kegiatan literasi ini. Seseorang yang menguasai informasi literasi akan mampu untuk menganalisis, mengevaluasi, dan memecahkan masalah dengan baik. Ternyata kemampuan memahami bacaan melalui kegiatan membaca sangat positif bagi perkembangan kehidupan individu.

Saat ini teknologi sudah mengisi tiap lini kehidupan. Coba Sahabat ingat, kapan terakhir kali, hanya di hari ini, Sahabat menggunakan gawai? Sekarang pun Sahabat membaca postingan ini lewat gawai kan? Nah, teknologi informasi yang sedemikian cepat perkembangannya mempengaruhi pula bagaimana kita bisa mengolah informasi. Kurangnya kemampuan dalam bidang literasi akan membuat kita dalam memahami bahasa tertulis, bahasa lisan, dan juga memahami pesan dan mengkomunikasikan pesan tersebut dengan benar.

Sahabat mungkin lebih menyukai nonton video di YouTube daripada membaca buku, apalagi menulis. Ketika Sahabat nonton video sesungguhnya otak Sahabat diarahkan oleh tayangan yang dilihat, otak menyerap informasi satu arah saja. Sementara jika membaca koran, majalah, atau buku, sebenarnya ada komunikasi dua arah yang tak disadari.

Ketika Sahabat membaca maka Sahabat perlu menginterpretasikan susunan kata per kata yang dirangkai dalam kalimat itu. Sahabat juga menarik kesimpulan dan bahkan ikut membayangkan peristiwa yang ditulis. Kemampuan memahami bacaan tertulis juga akan menambah kosa kata tanpa disadari. Semakin banyak Sahabat membaca maka semakin mudah Sahabat mengungkapkan pikiran dengan kalimat yang tertata baik, semakin mudah Sahabat memahami pesan tertulis dan pastinya semakin membantu Sahabat menjalani hidup. Ingat, pada intinya dalam kehidupan sosial kita interaksi dilakukan secara lisan dan tertulis.

Memiliki dasar yang kuat dalam bidang literasi juga akan membuat karir Sahabat menanjak baik. Proses rekrutmen dilakukan dengan menulis surat lamaran dan CV yang baik. INi juga membutuhkan skill menulis dan membaca yang cukup. Kemampuan dasar literasi yang baik juga akan membantu dalam pekerjaan seperti misalnya untuk membuat presentasi.

Dalam komunikasi non-verbal juga dibutuhkan kemampuan literasi yang mapan. Misalnya komunikasi jarak jauh via pesan singkat, WA, atau e-mail. Sahabat harus mampu menyampaikan pesan dengan tepat hanya lewat bahasa tertulis. Sering kali pesan tidak diterima dengan baik karena tidak bisa menuliskan dengan kalimat yang tepat dan efektif.

Teknologi terbukti sudah mengubah peradaban. Banyak hal yang hilang dan banyak hal yang tercipta karena teknologi. Selayaknya Sahabat mengimbangi informasi yang cepat datang dengan kemampuan literasi yang mumpuni. Ayo bersahabat denganliterasi, mulai dari diri sendiri dan ajak orang-orang terkasih di sekitar Sahabat. Jika tahu pentingnya literasi, jangan ragu lagi untuk bersahabat dengannya ya?




#komunitasonedayonepost
#ODOP_6 

Referensi:
http://www.stevenson.edu/online/blog-news-events/importance-of-literacy
http://literasi.jabarprov.go.id/baca-artikel-473-literasi-membawa-bangsa-lebih-pandai-dan-bijak.html



Sunday, September 9, 2018

Kalimas dalam Langkah Kaki, Menikmati Wajah Kota Tercinta




Jika ditelisik lebih dalam lagi, banyak sisi menarik yang bisa digali dan dikuak dari Surabaya. Walaupun Surabaya kota industri dengan banyak mall  dan pusat perbelanjaan yang bertebaran di hampir semua sudut kota, ada hal yang bisa kita nikmati dari kota ini.  Aneka lanskap kota, sejarah kota, dan orang-orangnya menjadi hiburan tersendiri jika kita bisa menangkap keunikannya.Tidak melulu bersantai hanya dilakukan di tempat-tempat keramaian, gunung, pantai dan lainnya.

Salah satu kegiatan pelesiur sederhana yang menantang dan unik adalah dengan berjalan kaki menjelajah kota pahlawan. Saya salah satu yang pernah menikmati pelesir nyeleneh ini. Adalah sebuah kegiatan yang dinamai Kalimas On Feet dilakukan oleh pegiat sejarah Dhahana Adi, akrab dipanggil Mas Ipung mengajak masyarakat umum di tahun 2013 lalu. Sesuai nama, saya berekreasi menyusuri Sungai Kalimas dan menyelami jantung kota dengan berjalan kaki. Bersama beberapa teman baru, saya bertemu di Taman Bungkul, taman cantik yang dibangun dengan keseriusan dan berbuah banyak penghargaan. Kami menyusuri Sungai Kalimas dari hulu ke hilir berjalan kaki, on feet. Karena hulu Kalimas ada di Mojokerto kami ambil start dari Taman Bungkul berjalan ke arah Jalan Darmokali dan terus masuk ke dalam gang padat penduduk sampai kami menemukan Sungai Kalimas di daerah Ngagel.

Sungai Kalimas dipilih sebagai jalur pelesir kami  karena dulu sungai ini adalah jalur perdagangan utama. Sungai yang membelah kota Surabaya ini adalah sungai penting pada jamannya yang menghubungkan pelabuhan Kalimas dan nadi perdagangan kota. Siapa yang menyangka sungai yang sekarang berbatasan dengan pemukiman padat penduduk di bantaran kalinya adalah sungai yang sudah dipakai sebagai jalur masuk ke ibukota Kerajaan Majapahit di Trowulan. Bahkan menurut catatan sejarah di sungai ini terjadi pertempuran antara Raden Wijaya, pendiri Majapahit melawan pasukan Tartar dari Mongol sekitar abad ke 11.

Pada masa penjajahan Belanda, di bawah VOC sungai ini membawa aneka komoditas perdagangan, pertanian, dan hasil bumi lainnya dari pelabuhan Kalimas,, melewati wilayah pecinan, kampung arab menuju ke pusat kota dan pusat pemerintahan. Pada masa kini sungai ini sudah dilupakan cerita dan keberadaannya oleh warganya sendiri. Rumah warga berjarak hanya sekitar 5 meter dari Kalimas. Ini pun sudah jauh lebih baik daripada dulu kala ketika sungai ini kotor tak terawatt. Melalui elesiran kali ini saya jmenjadi peserta yang ingin mengingat kembali sejarah kota sambil bersantai, mencari keunikan dan cerita kota serta menikmati udara pagi Surabaya.

Hari itu, Minggu pagi sekitar jam 9 pagi saya sampai di daerah Keputran. Hiruk pikuk pedagang Pasar Keputran mulai berkurang. Yang tetap ada bau sampah menyengat yang menemani saya menghela napas sejenak di taman kecil tepat di pinggir Kalimas di persimpangan Jalan Kayoon – Jalan Gubeng. Menyeberangi jembatan Gubeng saya mendapati gjalan kecil yang disebut gang Pattaya oleh masyarakat karena terkenal sebagai tempat berkumpul para gay. Saat itu dinding-dinding belakang bangunan yang memunggungi sungai penuh gambar, coretan, ratapan, makian, dan juga nomer HP para gay. Jalan kecil ini saya susuri terus sampai mengarah ke jembatan Gubeng dekat Monkasel. Ada pemancing ikan dengan kail, jala, dan ada juga yang hanya sekedar duduk-duduk santai.

Terus berjalan di bawah matahari yang mulai terik saya melewati Taman Prestasi. Ada sampan wisata yang bisa dinaiki di taman ini menyusuri Sungai Kalimas sampai ke arah Ketabang Kali. Saya dan teman-teman lainnya memilih untuk berjalan. Saya temukan patok pembatas kecamatan di pinggir jalan sebagai penanda sudah saya lewati kecamatan satu masuk ke kecamatan lain. Yang paling menarik bagi saya adalah kawasan kota tua nya Surabaya. Memasuki wilayah Krembangan saya melihat gedung-gedung tua colonial dengan lebih seksama. Sejarah mencatat gedung Polrestabes punya terowongan yang terhubung dengan penjara Kalisosok di kawasan JMP. Gedung besar di kiri kanan dekat kawasan Jembatan Merah adalah peninggalan bersejarah yang masuk dalam bangunan cagar budaya.

Menyeberangi Jembatan Merah masuk ke Jalan Panggung saya mengarah pada gudang-gudang tua yang membisu dimakan usia. Debu-debu dan jalan yang bergelombang penuh dengan truk terparkir rapi. Di bangunan ini ramai dipakai untuk foto pre-wedding, sayang banyak yang mungkin hanya berfoto tapi melewatkan cerita kejayaan wilayah yang sekarang sepi ini.

Masih ada bekas rel di depan barisan gedung dan gudang tua yang berdiri gagah menghadap aliran Kalimas. Di ujung jalan ada Jembatan Petekan yang jadi jembatan satu-satunya yang bisa membuka bagian bawahnya ketika kapal masuk. Ah siapa sangka dulu kapal-kapal besar pembawa hasil bumi melalui jembatan yang kini jadi kaki tua reyot berkarat di pinggir jalan raya yang tingginya sudah hampir separuh badan jembatan. Sayapun baru melihat jembatan itu, tidak pernah saya tahu jembatan itu sudah ada jauh sebelum kota ini mempercantik diri dalam moderenisasi.

Dengan sisa-sisa tenaga dan panas matahair yang smeakin menyengat saya mengatur nafas kembali dan melaraskam langkah kaki yang gontai. Saya mau mencapai tujuan akhir saya, pelabuhan Kalimas. Pelabuhan ini pun sekarang lalu lintas hilir mudiknya sudah hilang digantikan oleh Pelabuhan Tanjung Perak.  Semakin asing ujung kota ini bagi saya. Yang ada hanyalah gudang-gudang dengan nama PT ini itu yang dipenuhi truk-truk besar. Tidak ada rumah penduduk terlihat. Gersang dengan warung-warung kecil dan tukang tambal ban berceceran. Inikah akhir pusat geliat warga Surabaya? Nampaknya memang seperti itu. Kawasan ini tidak bersahabat untuk pemukim, cocok untuk berniaga dan berekspedisi kirimmengirim barang.

Toh tujuan tercapai. Dengan usaha keinginan terpenuhi. Usaha untuk berjalan kaki, melawan panas, merancang tak memaknai semua detil kehidupan kota yang saya susuri. Perjalanan saya terhenti di pelabuhan tradisional Kalimas. Saat itu sekitar jam 1 siang. Pelabuhan yang dipunggungi rumah sakit pelabuhan ini bertembok tinggi tak Nampak pelabuhan dari luar. Rasa puas melawan lelah kaki dan kekaguman akan cerita kota membawa saya pada perasaan campur aduk. Apalagi saat saya benar-benar melihat eprahu tradisional. Yang punya layar, yang badannya dari kayu bukan badan besi, yang berhenti entah dalam perbaikan atau sudah lelah berlayar. Saya puas. Saya benar-benar sampai di pelabuhan. Tempat semua perasaan saya dalam pelesir ini berlabuh. Capek tapi puas.

Saya sudah menangkap cerita kota dalam lensa pandang saya. Inilah wajah kota dan manusianya. Hidup dalam rutinitas hari Minggu yang tidak biasa. Jika hanya dimaknai sebagai kehidupan biasanya orang biasa maka tidak ada menariknya pelesiran saya. Tapi saya mencoba memahaminya sebagai sebuah wisata manusia kota dan sejarahnya. Ada selalu hal menarik mata, hidung, dan batin saya. Ada rumah-rumah dengan pompa air tangan jadul di depan rumah yang sekarang sudah jarang ditemui. Ada perahu tambang yang menyeberangkan kami dengan 2000 Rupiah per orang dari jalan kampung ke arah Ngagel, dekat hotel Novotel. Ada tempat yang akrab disebut BAT oleh warga, yang  dulunya kantor British American Tobacco. Ada nelayan pencari ikan sapu-sapu dalam sampan-sampan kecilnya, ada anak muda pamer skill berdiri seimbang di papan skateboard, ada cerita kota tua pecinan, daerah gay, taman mesum yang jadi taman keluarga, dan banyak cerita lainnya. 

Wajah kota pun terus berganti sejalan dengan langkah kaki kami.Betapa menarik kehidupan masyarakat kota berubah wajah hanya dari bentuk bangunan, pilihan coretan mural, pilihan warna tembok rumah, dan nama jalan. Kaya, sungguh kaya warga kota ini akan kemajemukan dalam segala aspek kehidupan.


#komunitasonedayonepost
#ODOP_6 


Saturday, September 8, 2018

Street Feeding, Pemberi Asa Penghuni Jalan.

sumber gambar: https://bit.ly/2wTCjzL


Pagi hari dihujani hangat sinar matahari mengantarkan warga kota bergegas menuju tempat tugasnya. Tiap hari jalanan hiruk pikuk dipenuhi perpindahan warga kota dengan alat transportasinya. Dalam kesibukan kaum urban di sepanjang jalan gang, jalan kecil, jalan sempit beraspal, dan bagian jalan lainnya, makhluk Tuhan lain berjalan mengedarkan pandangan mencari penghidupannya. 

Mamalia berkaki empat ini banyak kita jumpai dengan mudah di mana-mana. Kucing adalah binatang yang bisa jadi akan ditemukan di seluruh penjuru dunia. Tahukah Sahabat binatang ini sudah ada 9500 tahun yang lalu dan bahkan spesies kucing liar yang hidup bebas, tidak bersentuhan dengan manusia, sudah ada sekitar 130,000 tahun yang lalu? Para arkeologis telah mengumpulkan bukti dan menelusuri jejak nenek moyang kucing. Diperkirakan kucing sudah dipelihara sebagai hewan peliharaan di rumah-rumah di wilayah yang sekarang menjadi bagian dari Siprus daerah timur Mediterania sampai Teluk Persia. 

Sejak awal kemunculannya, kucing menjadi hewan piaraan di daerah dataran yang mendapat irigasi dari Sungai Nil, Yordan, Tigris dan Eufrats, tempat pemburu pertama kali bermukim. Felis catus, mamalia berbulu berkaki empat ini bahkan pada jaman Mesir Kuno sudah menjadi biantang piaraan, disembah dan dimumikan untuk menemani pemiliknya menuju ke kehidupan selanjutnya.

Kucing kemudian berkembang biak dan melalui perdagangan, perpindahan penduduk, perang dan aneka perjalanan sejarah manusia, kucing berpindah dari nenek moyangnya di daratan Afrika Utara dan Asia Barat menuju ke segala penjuru dunia. Sampai sekarang pun kucing masih menjadi hewan peliharaan nomor satu, mengalahkan anjing. Jika kita kembali pada fakta sejarah bagaimana kucing pada masanya bahkan sempat disembah, maka hal ini tidaklah mengherankan. 

Bercampur antara satu jenis dengan jenis yang lain, kawin, dan beranak pinak dalam jumlah besar. Jumlah kucing di seluruh dunia diperkirakan mencapai sekitar lebih dari 220 juta sampai 600 juta. Ini hampir sama jumlahnya dengan tiga kali lipat penduduk Indonesia. Perkembangan populasi kucing juga jauh lebih pesat dibanding dengan anjing. Kucing betina pertama kali birahi saat berumur 7-8 bulan atau 10-11 bulan yang berlangsung selama 4-10 hari, kadang hanya 4-5 hari. Bahkan pada banyak kasus di usia empat bulan kucing betina sudah bunting. 

Berdasarkan penelitian American Society for the Prevention of Cruelty to Animals seekor kucing betina bisa menghasilkan lebih dari seratus anak kucing di masa produktifnya. Sementara induk dan anak-anaknya bisa berkembang biak menjadi 420,000 anak kucing lagi dalam waktu hanya tujuh tahun. Fakta yang mengejutkan bukan?

Akibat dari hal ini, banyak sekali ditemukan kucing baik itu dewasa maupun anakan di jalanan, termasuk di Indonesia. Kesadaran pemilik kucing yang kurang tentang sterilisasi kucing menyebabkan jumlah populasi kucing meningkat. Tragisnya mereka lebih senang memelihara induk kucing dan membuang anak kucing yang biasanya sekali kelahiran berjumlah tiga sampai lima ekor ke pasar, tempat pembuangan sampah, dan tempat tak layak lainnya. 

Pemilik kucing telah lalai bahwa yang dibuang adalah makhluk Tuhan yang bernyawa. Ikatan kuat pada induk kucing yang sudah lebih dahulu dipelihara biasanya membuat pemilik menjadi tega membuang anak kucing. Jalanan akhirnya menjadi tempat anak kucing, yang jika beruntung bisa tumbuh dewasa, untuk bertahan hidup. Sayangnya banyak yang mendapat perlakuan kasar (abusive) dari manusia tak bertanggung jawab. Terlepas dari ukurannya, kucing tetap makhluk bernyawa.

Adalah gerakan street feeding yang digagas oleh perorangan maupun kelompok. Street feeding adalah usaha untuk memberi makan kucing jalanan agar tidak hidup kelaparan dan mengalami malnutrisi. Ada banyak orang yang berempati dan kemudian terpanggil hatinya untuk menyisihkan uang dan membeli makanan kucing, yang kemudian secara khusus dibagikan sambil menyusuri jalanan kota. Makanan kucing dalam kemasan dibagikan pada satu atau beberapa kucing. Ada yang membawa wadah khusus berisi beberapa ratus gram makanan kucing sembari berangkat ke tempat kerja, ada yang sengaja meluangkan waktu sesampai di rumah dan berkendara perlahan sambil memanggil kucing datang lantas diberi makan, ada pula yang bersekutu berkelompok dan mencari tempat-tempat dengan populasi kucing terbanyak dalam lingkungan paling parah dan menyedihkan. 

Jalanan adalah tempat yang sangat berbahaya bagi kucing. Ada ratusan kendaraan bermotor, cuaca panas terik dan hujan deras, dan juga manusia yang kasar memperlakukan makhluk ciptaan-Nya. Akun Instagram seperti @gardasatwa, @pedulikucing, @pedulikucingjalanan dan ratusan akun sejenis berupaya menularkan dan mendorong masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan sekitar dan memberikan kesejahteraan bagi kucing liar. 

Upaya mengasihi makhluk Tuhan ini mungkin terdengar sepele atau bisa jadi dianggap perbuatan sia-sia. Toh nantinya ada banyak anak kucing dilahirkan tak terhingga jumlahnya. Tetapi perbuatan baik apa pun pasti mendapatkan balasannya. Dan jika mengebiri kucing agar tidak terlampau banyak jumlahnya belum mungkin dilakukan pada kucing liar di jalan, maka membuat mereka hidup dengan layak tidak kelaparan adalah juga sebuah upaya untuk menebar semangat cinta kasih pada seluruh isi bumi.

Walaupun tindakan utama untuk mencegah populasi kucing jalanan adalah dengan melakukan pengebirian, tetapi upaya awal untuk menyejahterakan mereka dengan memberi makan adalah upaya yang patut didukung. Seyogyanya kita semua manusia memahami bahwa bumi diciptakan oleh Tuhan lengkap dengan segala isinya. Bahwa kehidupan di muka bumi harus dilaksanakan secara seimbang dan berkasih sayang bukan hanya ditujukan pada sesama manusia tetapi juga bagi semua penghuni bumi. 

Jauh sebelum kita, manusia modern dilahirkan, kucing sudah didewakan. Pastilah ada keistimewaan padanya yang menjadikan bangsa Mesir kuno memujanya. Demikian juga halnya bagi umat muslim, Nabi Muhammad, sangat menyayangi kucing. Kepada para sahabatnya, Nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyayangi keluarga sendiri. Betapa teladan sudah ditunjukkan dan kebanyakan manusia masih lalai dalam mengasihi binatang teristimewa kucing. 


#komunitasonedayonepost
#ODOP_6 

Referensi:
https://www.theguardian.com/science/2007/jun/29/genetics.sciencenews
https://animals.howstuffworks.com/pets/just-how-many-house-cats-are-there-the-world.htm
http://www.imetmis.com/kucing-kawin-hamil/





Sang Kala

Sumber gambar: https://www.huffingtonpost.com/2013/12/31/time-art_n_4519734.html “Ceritakan padaku apa yang perlu kudengar.” “...