![]() |
sumber gambar: https://www.redbubble.com/people/cakewatch/works/26165055-be-kind-to-earth |
Semua pasti tahu apa itu perbuatan baik. Dari kecil sampai usia saya sekarang kebaikan dan perbuatan baik selalu didengung-dengungkan, disebarkan, diumumkan. Ketika menulis post ini saya baru sadar bahwa seumur hidup saya hal-hal baik selalu disebarluaskan, faktanya hal buruk juga selalu ada. Oke, kesimpulan saya yang pertama adalah kebaikan berlaku sepanjang hayat dan harus selalu ada karena kejahatan dan sifat buruk juga tumbuh beranak-pinak.
Jika diminta untuk menyebutkan perbuatan baik apa yang sudah
dilakukan saya susah mengucapnya.
Masih
ingatkah hal-hal baik yang sudah saya lakukan? Bagaimana dengan Sahabat?
Perbuatan baik itu banyak. Mulai dari senyuman, sapaan, itu juga perbuatan
baik. Mungkin Sahabat belum menyadari juga bahwa banyak perbuatan baik yang
sudah sahabat lakukan. Tetapi, jika diminta untuk mengingat sebaliknya,
keburukan dan sifat jelek lain apakah sahabat bisa mengingatnya? Susah dihitung
juga? Saya tidak bisa menghitung betapa banyak hal buruk yang sudah saya
lakukan, termasuk yang paling gampang misalnya adalah menggunjing teman
sendiri. Belum lagi kebiasaan malas dan lain sebagainya. Jika ditimbang saya
yakin hal buruk jauh lebih berat daripada hal baik. Keburukan saya jauh lebih
banyak daripada kebaikan, itu kesimpulan saya yang kedua.
Hal lain yang saya pelajari selama menjadi manusia di bumi ini adalah, saya tidak hidup sendiri. Saya hidup di alam yang sudah diciptakan Tuhan lengkap dengan segala isinya. Apakah saya sudah berbuat baik pada alam ini? Oke, ini masalah besar jika jawabannya tidak. Apakah Anda sudah berbuat baik pada alam tempat Anda tinggal dan hidup menua? Kesimpulan saya yang ketiga, saya sering mengabaikan alam yang sudah banyak memberikan kebaikannya pada saya.
Tuhan yang Maha Kuasa menciptakan bumi dan segala isinya.
Manusia, sebagai bagian dari ciptaan-Nya, seperti saya lahir bahagia bisa
menikmati udara, air, makanan yang semuanya diambil dari sari pati bumi ini.
Coba Sahabat ingat, apa yang ada di diri kita yang tidak berasal dari alam?
Pakaian? Serat kainnya dari kapas, tanaman. Yang sintetis? Dari senyawa yang
diciptakan oleh ilmuwan pakar perkainan yang juga manusia bumi. Tinggal,
bernafas, dan makan dari alam. Makanan sahur saya semalam, roti maryam dari
gandum dan digoreng dengan margarin dari kelapa sawit yang ditanam dari lahan
gambut Kalimantan nun jauh di sana. Laptop yang keyboardnya saya pencet ini
bisa nyala dengan listrik yang sumber energinya diubah oleh PLN. Tidak, energi tidak
diciptakan karena sifatnya kekal. Energi diubah PLN menjadi listrik dengan daya
jutaan watt dengan generator raksasa. Energi didapat dari turbin air, panas
bumi dan lain sebagainya. Lainnya? Mobilitas saya dengan ojek daring bisa
berjalan jika pengemudi ojek daring punya BBM. Didapatnya dari endapan makhluk
hidup ratusan tahun yang lalu di ratusan lapisan bumi. Nah, Sahabat bisa berpikir lebih jauh lagi
tentang sumbangsih bumi pada kehidupan kita. Sudahkah kita, saya dan Sahabat
semua berbuat baik kepada bumi ini? Kesimpulan saya yang keempat, saya belum
sepenuhnya bersyukur dan membalas kebaikan bumi.
Ada banyak hal yang perlu kita lakukan pada bumi yang sangat
baik ini. Ia tidak menuntut dan membalas kita secara langsung atas perbuatan
jahat kita. Pasti, entah perlahan atau cepat bumi ini akan lelah dengan perilaku
buruk kita danTuhan sudah menjanjikan balasan atas segala perbuatan buruk kita.
Tanpa terkecuali pada bumi ini loh.
Karenanya saya ingin berbuat lebih banyak pada bumi ini, mengingat
masih banyak perbuatan buruk yang saya lakukan dan saya masih butuh tinggal di
bumi. Tidakkah Sahabat menyayangi dan membutuhkan bumi ini juga? Banyak hal yang perlu kita lakukan untuk membuat bumi bahagia. Apa saja
perbuatan baik yang bisa kita lakukan pada bumi? Yuk mulai dari hal-hal mudah
ini
- Tidak menyiksa binatang. Bahkan menakut-nakuti kucing yang sekedar lewat. Ajarkan pada anak-anak dan keponakan juga. Ingat bahwa bumi bukan diciptakan untuk manusia saja, binatang juga punya hak hidup nyaman. Berbuat baik pada binatang artinya berbuat baik pada sesama penghuni bumi.
- Tidak membuang sampah sembarangan. Agama saya mengajarkan kebersihan, ayo berhenti mengotori bumi.
- Menggunakan listrik seperlunya. Serakahnya saya, dan mungkin Sahabat bisa membuat bumi bekerja ekstra keras diambil sumber energinya, bagus jika dimanfaatkan dengan tepat tapi apakah energy tersebut sudha bersih dan ramah lingkungan?
- Membeli barang-barang di sekitar kita. Membeli barang-barang yang jauh artinya membuat mobilitas kita bertambah. BBM yang dikeluarkan makin banyak, akibatnya polusi merajalela. Sungguh bagi saya hal ini masih sulit saya redam. Tapi saya akan berusaha.
- Menanam banyak tanaman. Menanam apapun di lahan sesempit apapun bisa dilakukan asal ada niatan. Oksigen bertambah dan suasana makin asri. Ini salah satu bonus yang bisa kita berikan pada bumi.
- Memilah sampah. Saya sudah memisahkan sampah dapur dengan sampah plastik. Lebih baik lagi jika sampak plastik dipilah menjadi sampah botol plastik dan kantung plastik. Tujuannya? Memudahkan pengolahan sampah dan daur ulangnya.
Melakukan enam hal ini sudah membuat perubahan bagi bumi.
Apalagi jika dilakukan bersama-sama. Merasa sendirian dalam melakukan hal-hal
tersebut seperti saya sekarang ini? Buat banyak kegiatan positif termasuk
menyebarkan lewat postingan yang mengajak makin mencintai dan menghargai bumi.
Kesimpulan saya yang terakhir, saya dan Sahabat, pasti bisa berbuat baik pada
bumi. Tinggal meluruskan niatan semata karena ingin membahagiakan bumi yang
sudah tua ini. Semoga Tuhan merahmati.
#oneweekonepost
#onedayonepost
#onedayonepost