![]() |
sumber: https://bit.ly/2HQEpJi |
Apa impian Sahabat saat kecil? Sudahkah terwujud saat ini?
Senang pasti hati ini menyadari betapa satu, dua, atau mungkin banyak impian
bisa terwujud. Bagaimana dengan saat ini, ketika Sahabat sudah dewasa, adakah
impian yang belum tercapai? Saya harap Sahabat termasuk di dalam golongan
pemimpi.
Apakah bermimpi itu konyol? Tidak! Dosen saya dulu pernah
berkata, bangsa Indonesia kalah dibanding bangsa lain karena kita takut
bermimpi. Bermimpi iyang gratis saja takut dan malas, bagaimana bisa maju.
Begitu ujar dosen saya saat itu. Saya pun berusaha bermimpi, dan memang nyata,
bermimpi saja saya malas. Banyak kata hati yang mengatakan, “Ah nanti pasti
tidak bisa. Ah ini, ah itu.”
Saya pernah bermimpi bisa banyak bertemu dengan orang asing,
Ini karena ketika SMP dan SMA saya sedang semangat belajar bahasa Inggris.
Sebenarnya saya tidak bersungguh-sungguh menggapai mimpi itu, ini yang saya
rasakan tetapi saya mungkin salah besar. Tanpa saya sadari saat itu saya rajin
chat, menyisihkan uang saku untuk berangkat ke warnet yang sewanya per jam 6000
rupiah. Saya suka chatting dan mempraktikkan bahasa Inggris dengan orang-orang
di dunia maya. Saat itu saya mendapat beberapa teman baru dan bisa berkirim
surat dengan diselipi koin atau bunga kering. Saya senang sekali karena bisa
menggunakan bahasa Inggris secara nyata.
Ketika saya dewasa, saya bekerja di kursus bahasa Inggris dan entah bagaimana saya bisa menjalin pertemanan dengan banyak orang asing mulai dari benua Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika. Saya juga menjadi humas di tempat kerja saya, sehingga tidak hanya hubungan pertemana tetapi juga hubungan profesional dengan banyak orang asing. Siapa yang menyangka bahwa apa yang saya impikan bisa terwujud bertahun-tahun sesudahnya. Ini sebenarnya berproses. Ada banyak kegiatan yang saya ikuti sehingga kemudian saya punya keberanian dan kemampuan berkomunikasi dengan orang asing. Ini hanyalah satu dari banyak impian saya.
Satu hal yang saya pelajari, Andrea Hirata dalam bukunya
Laskar Pelangi menulis, “Bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu” Mimpi
punya kekuatannya sendiri. Tekad yang kuat akan mewujudkan mimpi tersebut yang
akan menjadikannya nyata. Mimpi juga menjadi sebuah tujuan yang mendorong
manusia untuk terus berusaha berjalan sesuai arah hidup, menuju tujuan akhir.
Mimpi adalah visi yang bisa melecut saya untuk terus maju, dan selayaknya
Sahabat juga punya mimpi yang menjadi visi hidup Sahabat.
Pertanyaan besarnya adalah, bagaimana menciptakan mimpi dan
jika sudah punya impian, bagaimana cara untuk menjaganya tetap ada? Bagaimana
cara mewujudkan mimpi-mimpi itu? Bagaimana menurut Sahabat semua? Apa impian
Sahabat dan bagaimana Sahabat berjuang mewujudkannya?
#TantanganODOP2 #onedayonepost #odopbatch6 #fiksi/#nonfiksi
No comments:
Post a Comment