Wednesday, September 5, 2018

Arti Kebahagiaan

Sumber gambar: https://bit.ly/2Q8QCJV


Sahabat, pagi ini satu pertanyaan kecil muncul di pikiran saya. Apakah kebahagiaan itu? Saya mencoba mencari tahu arti dari kebahagiaan dan tentu saja definisinya amat banyak, tergantung dari pendapat masing-masing orang.

Kebahagiaan menurut kamus kurang lebih berarti keadaan bahagia, merasakan atau menunjukkan kepuasan dan kesenangan Nah, masalahnya kepuasan dan kesenangan masing-masing orang pasti berbeda. Takaran kebahagiaan juga hampir pasti berbeda tiap orang bukan?

Bagi saya sendiri, kebahagiaan adalah keadaan ketika saya tidak sedih, tidak kesepian, merasa bersyukur dan tenang menjalani kehidupan. Jika saya menilik kembali perjalanan hidup saya ke belakang, maka bisa saya katakan bahwa ukuran kebahagiaan saya sungguh berbeda dari tahun ke tahun. Dulu mendapat uang saku dari nenek bisa membuat senyum seminggu penuh, sekarang bisa membeli buku favorit saja sudah luar biasa gembira. Dulu, menjadi pekerja penerima gaji tetap bulanan membuat saya bahagia, sekarang tanpa pendapatan bulanan pun ternyata saya masih bahagia.

Masih tentang pekerjaan, dulu bisa bekerja dengan tenang dan santai walaupun masuk di hari Sabtu membuat saya bahagia. Justru libur panjang membuat saya tak bersemangat. Sekarang, menghabiskan waktu untuk belajar menulis, bisa membaca buku yang saya suka dan mencoba resep baru adalah hal yang jauh lebih membahagiakan daripada rutinitas kantoran tiap hari. Dulu saya merasa pekerjaan membuat saya lebih aktif dan lebih “hidup”, sekarang kadang saya menyesali betapa banyak waktu terbuang hanya untuk berkutat di kantor tanpa mencoba hal-hal baru di luar rutinitas dan berkomunitas.

Sejalan dengan kebahagiaan, kesedihan saya di masa lalu juga berbeda dengan di masa sekarang. Dulu sedih ketika tidak bisa nonton konser artis kesayangan, sekarang lebih sedih jika suami sakit dan mendadak melupakan semua hingar bingar berita artis antah-berantah itu. Dulu sepi tanpa teman terasa menyiksa, sekarang sepi tanpa suami jauh lebih tersiksa (ehem ehem…). Dulu saya menghabiskan waktu dengan sebanyak mungkin pergi ke mall, jalan-jalan keliling kota, atau berwisata ke spot turis yang menarik. Sekarang pergi ke luar rumah sudah berat rasanya, tak pergi ke mall sebulan pun tak masalah. Ternyata punya waktu seharian untuk diri sendiri di depan laptop sambil mencurahkan ide sudah luar biasa membahagiakan rasanya.

Saya setuju jika hal terkecil pun bisa menciptakan kebahagiaan, apapun itu. Karena jika bersyukur pada apapun yang didapat dan dimiliki maka kebahagiaan niscaya terwujud. Jika kebahagiaan adalah tujuan hidup maka bukankah semuanya akan mudah dicapai dengan rasa syukur yang melimpah? Setidaknya itu yang saya rasakan, makin banyak mengeluh makin jauh dari rasa bahagia. Makin jeli melihat aneka nikmat yang didapat maka kebahagiaan itu dekat sekali.

Bicara tentang kebahagiaan dalam skala global, ternayata indeks kebahagiaan masyarakat dunia juga dipelajari secara ilmiah dan dibuat rankingnya. Kebahagiaan masyarakat Indonesia pada umumnya ternyata masih jauh dari negara tetangga. Dan negara-negara kaya ternyata tak menjamin penduduknya bahagia. Nah lo….Sahabat bisa tahu lebih banyak tentang ranking kebahagiaan masyarakat dunia di sini

Ternyata kebahagiaan ini adalah hal yang fundamental dalam hidup ya? Bisa dipelajari secara ilmiah, dirasakan secara spiritual, dan dicapai dengan nyata. Bagaimana dengan Sahabat? Apa arti kebahagiaan menurut sahabat dan sudahkah merasa bahagia hari ini?


#komunitasonedayonepost
#ODOP_6 

Monday, September 3, 2018

Musik, Bahasa Perasaan Bahasa Universal

sumber gambar: https://bit.ly/2NLjEgO


Hari ini saya mendengarkan lagu Seungri (1,2,3!). Saya suka sekali mendengarkan lagu ini karena irama yang gembira dan melodinya ceria. Video musiknya juga bagus, lucu, dan ceria. Hanya mendengarkan intronya sudah membuat mata terbelalak bersemangat, bagian refrainnya apalagi, membuat bergoyang. Menulis postingan ini sambil mendengarkan lagu Seungri membuat saya bersemangat, sepertinya saya akan mengulang-ulang lagu ini beberapa kali lagi sampai nanti waktu tidur menjelang.

Gara-gara lagu ini juga saya penasaran, sebenarnya bagaimana secara umum musik bisa membuat perasaan saya berubah-ubah. Bisa membuat saya bahagia dan sebaliknya juga sedih. Ternyata music adalah bahasa. Irama dan ritmenya diterjemahkan oleh otak sama seperti otak mencerna bahasa.
Ya, musik adalah sebuah bahasa tepatnya bahasa emosi tentang perasaan. Jika Anda pernah belajar bahasa maka Anda pasti tahu bahwa bahasa mengandung struktur dan ada syntaxnya. Syntax menurut ilmu linguistik berarti salah satu cabang ilmu bahasa yang mempelajari bagaumana sebuah kalimat terbentuk dari frasa dan bagian yang lebih kecil yaitu kata. Secara etimologis pengelompokan kata menjadi frase, dan kata menjadi kalimat ini disebut sebagai syntax.

Syntax juga ditemukan dalam musik. Bukan berupa kata, tetapi melodi, ritme, dan harmonisasi musik adalah syntaxnya. Musik instrumental tanpa lirik juga memiliki syntax, karena sesungguhnya tiap musik punya melodi, ritme, dan harmonisasi yang memicu otak kita untuk membuat persepsi seperti bahasa. Walau hanya musik instrumental tanpa lirik, tetap saja otak kita suara yang berbeda ritme dan kecepatan menstimulasi otak. Otak bekerja menangkap aneka suara di lingkungan kita dan membuat persepsi yang dipahami oleh diri kita.

Prinsip kerja otak sama dengan ketika kita mendengarkan orang berbicara, ada intonasi dan nada, penekanan dalam tiap kata dan kalimat mempengaruhi persepsi kita tentang maksud yang dimiliki pembicara. Lebih lanjut ketika mendengarkan lagu otak kita memiliki asosiasi sesuai dengan pengalaman kita. Misalnya ketika kita mendengarkan tentang lagu nina bobo yang dulu dinyanyikan ibu, perasaan kita tenang dan damai, ketika kita mendengarkan lagu dengan melody yang kurang lebih sama maka otak mengasosiasikan perasaan yang sama dengan lagu nina bobo.
Hal lain yang perlu diketahui adalah bahwa ketika mendengar musik maka sel-sel otak yang disebut neuron cermin (mirrors neurons) memicu rasa empati kita. Sel-sel otak ini berempati dengan perasaan yang muncul dari musik, memicu emosi yang sama dari tubuh kita yang dihasilkan oleh sistem lymbic, bagian dari emosi di otak.

Tak mengherankan walau mendengarkan musik dengan genre yang berbeda dari apa yang biasa kita dengar otak bisa mempersepsikannya dan membuat perasaan kita ikut terbawa. Ketika mendengarkan lagu dengan lirik bahasa asing pun kita bisa menikmatinya dan larut dalam melodinya. Musik memang bahasa universal yang bisa dipahami siapapun, karena otak bekerja bukan dari menelaah arti per kata dalam lirik tapi dari campuran ritme, melodi, dan harmonisasi lagu.


Sumber:
https://www.insidescience.org/video/why-does-music-make-us-emotional



#komunitasonedayonepost dan #ODOP_6


Thursday, August 23, 2018

Ketika Bromo Tak Seindah Itu

sumber: malangtoday.net



Ketika mencari destinasi wisata terbaik Jawa Timur maka dengan mudah saya googling dan ketikkan kata kunci. Bromo pasti masuk sebagai salah hasil pencarian. Lebih tiga belas tahun setelah berhasil mencapai puncaknya, saya meyakini ini adalah tempat wisata dengan kenangan paling berkesan. Bukan keindahan si maha tinggi, tapi kenangan anak dan ibu yang terpintal disana.

Apa yang paling indah dari gunung ini? Pasirnya? Waktu saya ke sana lautan pasir menghampar. Wajarnya memukau saya, tapi karena datang terlampau siang dan kembali ke hotel terlalu cepat, jadi bagi saya lautan pasir yang seharusnya wow itu jadi biasa saja.

Kawah gunung yang indah harusnya jadi salah satu pesona. Saya pikir juga begitu, tapi ketika saya naik ke puncak, ya terlihat seperti kawah saja. Saya mengharapkan sesuatu yang lebih. Mungkin saya naik ke puncak yang salah, atau saya melewatkan upacara Kasada yang termasyur itu sehingga kawah tak ubahnya ceruk besar dengan asap yang sedikit mengepul.

Sunrise? Oh saya tidak melihatnya. Matahari sudah tinggi dan saya lupa keindahan apa yang berbekas dari sang surya. Saya meninggalkan hotel hampir jam enam pagi. Matahari sudah muncul dan tentu saja the sun has risen, matahari telah terbit.

Perjalanan melewati lekuk dataran tinggi sampai ke Gunung Bromo wajibnya indah. Saya tak terlalu menikmati karena jantung berdebar takut melewatkan matahari terbit. Akhir cerita saya memang pengunjung yang datang terlambat. Jalanan yang indah jadi biasa saja tak istimewa. Oh ya, sehari sebelumnya saya dan rombongan sudah nyasar sampai terlambat dari rombongan lain tiga jam lamanya. Saya sudah puas naik turun bukit sampai mual. Mungkin karena ini perjalanan dari hotel ke Bromo jadi biasa saja, bisa jadi saya terlalu takut mual lagi.

Bicara tentang mual, kemualan itu justru salah satu yang indah. Mama membaringkan saya di pangkuan beliau dan memijat leher agar saya tak mual sore hari sebelum sampai di Bromo. Pasir yang menghampar tak seindah kekaguman mama akan kuasa Allah yang menaburkan jutaan pasir jadi satu lautan. Kawah gunung yang jadi penghabisan saya menaiki puluhan anak tangga ke puncak tak semenantang berkuda dari parkiran mobil ke undakan pertama menuju puncak. Berkuda bersama mama melewati kerikil dengan kuda yang mendengus jauh lebih menarik.

Oh ya, tentang sunrisenya? Tak sehangat kala saya menikmati sarapan di hotel sesudah perjalanan super singkat ke Bromo sambil menghirup teh panas. Dibandingkan kemolekan sang gunung yang angkuh berdiri dihujani decakan kagum pengunjung, semua masa yang saya habiskan bersama mama adalah yang paling indah.

Tiga belas tahun dan saya masih mengingat dengan baik apa yang kami lakukan berdua di sana. Bukan gunung dan segoro wedi (1) yang membekas di memori, tapi perjalanan singkat saya dan mama menuju Bromo, menghadiri kawinan sepupu yang dimantu lurah desa di kaki Bromo, dan cerita-cerita antara kami berdua di bus dan mobil sewaan dari Mojokerto, Tulungagung, dan Probolinggo.

Kenangan itu adalah liburan terakhir bersama mama. Kenangan paling indah, perjalanan wisata mama di bumi yang peghabisan. Jika saya bisa kembali ke masa itu, bukan Bromo yang saya perlukan. Cukup tidur bersebelahan sambil memijat mama sepanjang malam.


(1) lautan pasir

Friday, June 8, 2018

Surat untuk Si Lampion

https://goo.gl/5J62aV


Dear Calon Suamiku,

Sayang, kamu tahu lampion kan? Yang warnanya merah bulat seperti tomat raksasa, terbuat dari kertas dengan pendar cahaya dari dalam. Kamu tahu itu kan? Kamu lampionku.

Bukan, kamu tidak bulat merah. Ah, sudah kubilang kamu bukan tomat raksasa. Jadi stop cemberut dan bertanya-tanya. Kujelaskan dulu ya?

Lampion itu jenis lampu, penerang. Dulu di zaman Dinasti Han di tahun pemerintahan 25 – 220 Masehi, mereka membuat lampion dari kertas dilapisi kertas atau sutera merah yang ditopang  rangka dari bambu. Di malam hari orang berjalan, membaca, dan melakukan kegiatan lain ditemani lampion. Lampion juga dipasang pintu masuk, teras rumah, dan lama kelamaan dipakai para biksu untuk melakukan ritual mereka. Kerennya pemerintahan dinasti selanjutnya memakai lampion sebagai perayaan untuk penanda Tahun Baru Cina sudah selesai.

Sayang, jika kamu sering bertanya-tanya seperti apa kehidupan nanti untuk kita setelah menikah, jawabku selalu SEMANGAT! Tapi kamu terus bertanya. Sering kamu ragu dan menanyakan kesetiaanku dalam gelap badai rumah tangga nanti seperti apa sikapku. Masa kamu meragukanku?
Ingatkah kamu bahwa apa yang kita punya sekarang jauh merosot dari apa yang kita punya dulu. Aku tahu untuk kasusmu pasti berat. Tapi aku selalu mendukungmu. Yakinlah itu. Jangan lagi mengeluh tentang cukup atau tidaknya nanti uang belanja bulanan untukku dan anak-anakmu kelak. Semua pasti teratasi dan karena kamu lampion, kamu pasti bisa.  

Buatku kamu lampionku. Kamu akan terus berpijar. Aku tak butuh kamu menyala kuat berkobar seperti obor sampai bau minyak tanahnya kemana-mana. Cukup kamu jadi nyala lampion yang terlihat kecil tapi terus ada untuk hidup kita yang rimbanya gelap. Aku yakin kamu pasti benderang. Kamu akan selalu berjalan menerangi langkah-langkahku. Biarpun nyalamu tidak menyilaukan mata, berkilat seperti lampu LED dari motor dan mobil yang katanya kekinian itu, kamu akan sealu menyala terlindung dari angin karena ada kertas yang setia menjadi tamengmu.

Jadikan kebaikan hatimu, kesabaranmu, dan semua hal-hal positif untuk terus melingkupimu. Biar keserakahan, kerakusan dan lainnya tak mampu menembus dirimu.

Pasti kamu bilang, “Ah mau ngomong apa sih kok pakai lampion-lampion segala?”

Ish….kamu memang jauh dari romantis. Aku sudah memikirkan puluhan kalimat yang bisa menggambarkan lampion agar sesuai dengan dirimu. Atau sebaliknya, aku sedang mencari kualitas-kualitas bagus dirimu yang bisa kukiaskan dengan lampion, karena setelah kupandang-pandang, lampion yang gemuk itu melambangkan kesejahteraaan. Apalagi warnanya yang merah, itu lambang kemakmuran. Bukankah jika aku berbakti padamu dan mendukung semua yang kamu usahakan untuk keluarga maka kita akan hidup makmur dan sejahtera?

Seperti biasa, setujulah dengan pendapatku. Seperti apa yang biasanya kamu lakukan.

Oke, kamu lampionku. Jangan bosan menyala, wajib terus menyala. Kamu harus terus ada dan bisa
terang jalanku, bisa tenang hatiku.

I love you.

Silvana


Wednesday, May 30, 2018

6 Hal Baik Untuknya

sumber gambar: https://www.redbubble.com/people/cakewatch/works/26165055-be-kind-to-earth


Semua pasti tahu apa itu perbuatan baik. Dari kecil sampai usia saya sekarang kebaikan dan perbuatan baik selalu didengung-dengungkan, disebarkan, diumumkan. Ketika menulis post ini saya baru sadar bahwa seumur hidup saya hal-hal baik selalu disebarluaskan, faktanya hal buruk juga selalu ada. Oke, kesimpulan saya yang pertama adalah kebaikan berlaku sepanjang hayat dan harus selalu ada karena kejahatan dan sifat buruk juga tumbuh beranak-pinak.

Jika diminta untuk menyebutkan perbuatan baik apa yang sudah dilakukan saya susah mengucapnya.
Masih ingatkah hal-hal baik yang sudah saya lakukan? Bagaimana dengan Sahabat? Perbuatan baik itu banyak. Mulai dari senyuman, sapaan, itu juga perbuatan baik. Mungkin Sahabat belum menyadari juga bahwa banyak perbuatan baik yang sudah sahabat lakukan. Tetapi, jika diminta untuk mengingat sebaliknya, keburukan dan sifat jelek lain apakah sahabat bisa mengingatnya? Susah dihitung juga? Saya tidak bisa menghitung betapa banyak hal buruk yang sudah saya lakukan, termasuk yang paling gampang misalnya adalah menggunjing teman sendiri. Belum lagi kebiasaan malas dan lain sebagainya. Jika ditimbang saya yakin hal buruk jauh lebih berat daripada hal baik. Keburukan saya jauh lebih banyak daripada kebaikan, itu kesimpulan saya yang kedua.

Hal lain yang saya pelajari selama menjadi manusia di bumi ini adalah, saya tidak hidup sendiri. Saya hidup di alam yang sudah diciptakan Tuhan lengkap dengan segala isinya. Apakah saya sudah berbuat baik pada alam ini? Oke, ini masalah besar jika jawabannya tidak. Apakah Anda sudah berbuat baik pada alam tempat Anda tinggal dan hidup menua? Kesimpulan saya yang ketiga, saya sering mengabaikan alam yang sudah banyak memberikan kebaikannya pada saya.

Tuhan yang Maha Kuasa menciptakan bumi dan segala isinya. Manusia, sebagai bagian dari ciptaan-Nya, seperti saya lahir bahagia bisa menikmati udara, air, makanan yang semuanya diambil dari sari pati bumi ini. Coba Sahabat ingat, apa yang ada di diri kita yang tidak berasal dari alam? Pakaian? Serat kainnya dari kapas, tanaman. Yang sintetis? Dari senyawa yang diciptakan oleh ilmuwan pakar perkainan yang juga manusia bumi. Tinggal, bernafas, dan makan dari alam. Makanan sahur saya semalam, roti maryam dari gandum dan digoreng dengan margarin dari kelapa sawit yang ditanam dari lahan gambut Kalimantan nun jauh di sana. Laptop yang keyboardnya saya pencet ini bisa nyala dengan listrik yang sumber energinya diubah oleh PLN. Tidak, energi tidak diciptakan karena sifatnya kekal. Energi diubah PLN menjadi listrik dengan daya jutaan watt dengan generator raksasa. Energi didapat dari turbin air, panas bumi dan lain sebagainya. Lainnya? Mobilitas saya dengan ojek daring bisa berjalan jika pengemudi ojek daring punya BBM. Didapatnya dari endapan makhluk hidup ratusan tahun yang lalu di ratusan lapisan bumi.  Nah, Sahabat bisa berpikir lebih jauh lagi tentang sumbangsih bumi pada kehidupan kita. Sudahkah kita, saya dan Sahabat semua berbuat baik kepada bumi ini? Kesimpulan saya yang keempat, saya belum sepenuhnya bersyukur dan membalas kebaikan bumi.

Ada banyak hal yang perlu kita lakukan pada bumi yang sangat baik ini. Ia tidak menuntut dan membalas kita secara langsung atas perbuatan jahat kita. Pasti, entah perlahan atau cepat bumi ini akan lelah dengan perilaku buruk kita danTuhan sudah menjanjikan balasan atas segala perbuatan buruk kita. Tanpa terkecuali pada bumi ini loh.

Karenanya saya ingin berbuat lebih banyak pada bumi ini, mengingat masih banyak perbuatan buruk yang saya lakukan dan saya masih butuh tinggal di bumi. Tidakkah Sahabat menyayangi dan membutuhkan bumi ini juga? Banyak hal yang perlu kita lakukan untuk membuat bumi bahagia. Apa saja perbuatan baik yang bisa kita lakukan pada bumi? Yuk mulai dari hal-hal mudah ini 
  1. Tidak menyiksa binatang. Bahkan menakut-nakuti kucing yang sekedar lewat. Ajarkan pada anak-anak dan keponakan juga. Ingat bahwa bumi bukan diciptakan untuk manusia saja, binatang juga punya hak hidup nyaman. Berbuat baik pada binatang artinya berbuat baik pada sesama penghuni bumi.
  2. Tidak membuang sampah sembarangan. Agama saya mengajarkan kebersihan, ayo berhenti mengotori bumi.
  3.  Menggunakan listrik seperlunya. Serakahnya saya, dan mungkin Sahabat bisa membuat bumi bekerja ekstra keras diambil sumber energinya, bagus jika dimanfaatkan dengan tepat tapi apakah energy tersebut sudha bersih dan ramah lingkungan?
  4. Membeli barang-barang di sekitar kita. Membeli barang-barang yang jauh artinya membuat mobilitas kita bertambah. BBM yang dikeluarkan makin banyak, akibatnya polusi merajalela. Sungguh bagi saya hal ini masih sulit saya redam. Tapi saya akan berusaha.
  5. Menanam banyak tanaman. Menanam apapun di lahan sesempit apapun bisa dilakukan asal ada niatan. Oksigen bertambah dan suasana makin asri. Ini salah satu bonus yang bisa kita berikan pada bumi.
  6. Memilah sampah. Saya sudah memisahkan sampah dapur dengan sampah plastik. Lebih baik lagi jika sampak plastik dipilah menjadi sampah botol plastik dan kantung plastik. Tujuannya? Memudahkan pengolahan sampah dan daur ulangnya.

Melakukan enam hal ini sudah membuat perubahan bagi bumi. Apalagi jika dilakukan bersama-sama. Merasa sendirian dalam melakukan hal-hal tersebut seperti saya sekarang ini? Buat banyak kegiatan positif termasuk menyebarkan lewat postingan yang mengajak makin mencintai dan menghargai bumi. Kesimpulan saya yang terakhir, saya dan Sahabat, pasti bisa berbuat baik pada bumi. Tinggal meluruskan niatan semata karena ingin membahagiakan bumi yang sudah tua ini. Semoga Tuhan merahmati.


#oneweekonepost
#onedayonepost


Monday, May 28, 2018

Rezeki


http://mitsloan.mit.edu/newsroom/articles/probing-the-origins-of-happiness/


Bagaimana Sahabat memaknai rezeki? Apa sih rezeki itu? Anyway, penulisan yang benar sesuai KBBI adalah rezeki bukan rizki atau rejeki. Dalam kamus rezeki adalah kata benda (nomina) yang artinya segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan (yang diberikan oleh Tuhan); makanan (sehari-hari); nafkah. Sebagai kata kiasan rezeki artinya penghidupan; pendapatan (uang dan sebagainya untuk memelihara kehidupan); keuntungan; kesempatan mendapat makan.  Nah bagi saya rezeki adalah segala sesuatu yang berasal dari Tuhan yang terlihat maupun kasat mata yang meringankan kehidupan kita yang datangnya segera maupun nanti.

Saya rasa semua yang kita miliki saat ini adalah rezeki dari Tuhan. Kesehatan itu rezeki, buktinya ada ungkapan, kesehatan itu mahal harganya. Nah jika dinilai berarti besar sekali nilainya, maka ini juga rezeki kan? Di zaman dulu ungkapan paling tren adalah banyak anak banyak rezeki, jadi anak itu rezeki kan? Walau ungkapan ini bisa jadi kurang relevan sekarang, tetapi nyatanya anak adalah rezeki kan? Buktinya? Pasangan yang belum dikaruniai anak perlu bersabar dan terus berusaha berharap buah hati segera hadir dan selalu berkata, “Belum rezeki, ngga apa-apa, terus berusaha mungkin belum rezeki.”  Nah, rezeki lagi kan?

Rezeki datangnya tidak diduga. Nah kalimat ini menunjukkan pada rezeki yang bersifat nomina, countable, berkaitan dengan uang, dalam konteks ini saya rasa begitu. Karena kedatangannya bisa Anda rasakan. Misal, ketika lapar tiba-tiba ada yang mengantarkan sekotak nasi dan lauk pauk dari tetangga yang punya hajatan. Nah, rezeki juga kan?

Rezeki nomplok! Menyambung cerita tentang saya yang lapar dan tiba-tiba ada nasi kotak diantarkan langsung ke rumah. Setelahnya ada teman datang dan membawakan buah tangan sekilo apel dan sekilo jeruk keprok, maka saya bisa berkata. “Wah..rezeki nomplok nih.” Rezeki yang melimpah. Ah sesungguhnya hal seperti ini sudah bisa membuat saya sangat bahagia. Maka rezeki adalah sesuatu yang memberikan kebahagiaan, bukankah begitu Sahabat?

Rezeki apa yang baru saja Sahabat nikmati? Share yuk?


Thursday, May 24, 2018

How I Met Him – 9 Cara Ketemu Calon Pendamping Hidup

http://sozotoday.com/2016/04/11/hand-in-hand-3/

Masih galau bagaimana cara Sahabat bisa menemukan tambatan hati? Oke, sebelum membahas lebih lanjut harus ada hal yang diyakini yaitu jodoh di tangan Tuhan. Terdengar basi tetapi ini nyata pasti. Seberapa beratnya Sahabat berusaha jika bukan jodoh pasti tidak akan berhasil. Sebaliknya jika sudah jodoh jalan seterjal apapun tiba-tiba semua terasa ringan. Banyak kemudahan yang muncul.
Berikut adalah beberapa cara Sahabat bisa bertemu orang baru yang mungkin bisa membawa Sahabat pada calon pendamping hidup.
1.       Komunitas
Ini adalah tempat Sahabat bisa mendapat banyak kegiatan bermanfaat, manfaat yang melimpah, dan tentunya teman-teman baru. Coba cari minat Sahabat di bidang apa, kemudian cari komunitas yang bisa mewadahinya. Saya tidak pernah tergabung secara khusus dalam sebuah komunitas. Tetapi ada kelompok pegiat jalan kaki keliling Surabaya yang saya tahu. Saya pernah ikut beberapa kegiatannya dan melalui peserta-pesertanya kemudian saya mengenal beberapa orang yang ternyata ada yang getol donor darah, jadi pendongeng anak, salah satu pejabat Bank Indonesia yang gemar fotografi melayang, pegiat sejarah, dan lain sebagainya. Pasti banyak orang yang punya kegemaran lebh dari satu. Apakah saya menemukan si dia di komunitas ini? Tidak. Sahabat juga mungkin tidak bertemu dengan si ehem saat itu juga di satu komunitas tetapi mungkin dari saudara teman di komunitas itu, teman lamanya teman, atau siapa saja bisa ditemui mungkin bisa mengenalkan kita pada seseorang sengaja ataupun tidak. Jika belum ketemu jodoh? Jangan khawatir, niatkan saja menambah relasi dan pengetahuan, pasti ada manfaatnya.
2.       Perpustakaan
Sahabat suka baca? Jangan hanya baca di rumah. Manfaatkan waktu dengan mengunjungi perpustakaan di sekitar sahabat. Bahkan di RW biasanya ada taman baca. Silakan dikunjungi dan mungkin bisa kenal pustakawannya, keluarganya, tetangga kiri kanan, pengunjung perpustakaan lain dan yang jelas biasanya ada event yang diselenggarakan perpustakaan ini. Ayo, ini peluang loh. Jadi walaupun Sahabat suka menyendiri sambil membaca buku, kali ini bawa hobi Sahabat ke level yang berbeda.

3.       Event gratis
Ada banyak event gratis yang diselenggarakan di daerah. Mulai dari acara car free day, karnaval budaya, dan lain sebagainya. Amati sekitar dan nikmati event yang Sahabat kunjungi. Kegiatan ini bisa jadi membuka mata Sahabat untuk mengikuti kegiatan lain yang lebih bermanfaat dan membuka peluang bertemu relasi baru
.
4.       Kelas gratis
Tahukah Sahabat bahwa ada banyak kelas gratisyang ditawarkan online dan offline? Ada kelas yang sifatnya akademik misalnya dari IndonesiaX, Coursera, Udemy dan banyak lainnya lagi. Selain kelas gratis ini ada juga kelas untuk meningkatkan skill Sahabat, terutama berkaitan dengan dunia tulis menulis. Biasanya ada grup WhatsApp gratis yang bisa diikuti. Sahabat juga bisa mengecek Instagram di @lesinggrisgratis yang membuka kelas belajar bahasa Inggris gratis dan berbayar. Kelas-kelas ini akan menambah pengetahuan dan wawasan Sahabat. Kelas ini juga bisa membuat Sahabat kenal dengan banyak teman baru. Siapa tahu dari sana cinta bersemi.

5.       Reuni
Yang satu ini dikenal sebagai ajang ketemu jodoh. Saya sendiri tidak pernah sekali pun menghadiri
acara reuni sekolah, kecuali reuni keluarga. Saya tinggal jauh dari acara dan saya pribadi kurang
menggemari acara ini, mungkin karena saya kurang nyaman bertemu dengan teman-teman masa lalu.
Tetapi jika Sahabat punya pendapat yang berbeda saya sangat menyarankan Sahabat unuk ikut di
acara reuni sekolah, ini benar-benar kesempatan besar bertemu dengan mantan guru-guru, teman
lama, dan calon tambatan hati.

6.     Kegiatan sosial
Kegiatan sosial adalah kegiatan mulia yang membawa Sahabat bertemu orang-orang berjiwa mulia.
Bayangkan betapa bahagianya Sahabat jika bisa bertemu dengan calon suami melalui kegiatan
ini,pastilah orang ini luar biasa. Seorang pecinta kemanusiaan, pecinta kesejahteraan bagi sesama
adalah mereka yang getol berkegiatan sosial. Sahabat bisa melatih empati di sini dan semoga si dia
dipertemukan dengan Sahabat atas ijin-Nya.

7.       Silaturahmi
Silaturahmi adalah hal yang sangat dianjurkan di agama. Bahkan menjaga silaturahmi punya
kedudukan yang tinggi. Dalam kehidupan bermasyarakatpun ini adalah hal penting. Silaturahmi yang
tetap dijalin akan mendekatkan Sahabat untuk menjaga hubungan pertemanan dan persaudaraan.
Makin sering kita berinteraksi maka makin banyak kesempatan kita mengenal banyak orang.

8.       Online Matchmaker
Ini ada terobosan lain yaitu website biro jodoh. Sudah ada banyak yang berhasil da nada pula yang
tertipu, bukan ditipu pihak website tetapi ditipu oleh kenalan online di sana. Jadi tetap waspada. Biro
jodoh ini banyak yang berbayar, tetapi saya rasa ini justru menunjukkan jaminan keamanan bahwa
biro jodoh ini benar-benar kredibel. Sebenarnya ini buan jaminan utama. Segala sesuatu di dunia
maya harus dicek berkali-kali. Pastikan website bukan yang abal-abal. Cari tahu di banyak forum dan
kemudian baca testimony di luar website biro jodohh sehingga Sahabat bisa tahu sepak terjang
website biro jodoh tersebut sejauh ini.

9.       Online chat
Dahulu ketika zaman MIRC jadi  tren, online chat adalah hal yang sangat menyenangkan. Saya
banyak bertemu dengan teman-teman chat yang memang baik dan menyenangkan dari dunia maya. 
Sekarang Online chat memang bergeser menjadi tempat ngobrol tak senonoh atau scamming alias
penipuan online. Saya suka online chat dan dulu sempat ketagihan, hidup hampa jika tidak ngobrol
online dan saya pun bertemu dengan calon suami lewat aplikasi onlice chat di gawai telepon pintar
saya. Ketika orang bertanya bagaimana kami bertemu dan saya menyebut online chat maka reaksi
orang selalu berganti menjadi kurang antusias. Tanggapan banyak orang memang sangat negatif
terhadap hal ini tetapi nyatanya ini berhasil mempertemukan saya dan calon suami
.
Aplikasi chat memang saya akui banyak berisi chat yang tak bermutu daripada yang tulus berniat berkawan. Apalagi mencari calon suami, sebenarnya sangatlah susah mengingat banyak profil dan status palsu di dunia online chat. Jika Sahabat mengikuti jejak sata maka harap sangat berhati-hati dan tidak mudah percaya. Sebenarnya salah satu teman saya dulu juga bertemu dengan suaminya lewat chatting online. Mereka hidup bahagia sampai sekarang. Sekali lagi berhati-hatilah Sahabatku jika ingin mencoba online chat.



Sang Kala

Sumber gambar: https://www.huffingtonpost.com/2013/12/31/time-art_n_4519734.html “Ceritakan padaku apa yang perlu kudengar.” “...